(Hanzi: 射雕英雄传:侠之大者, Pinyin: Shè Diāo Yīng Xióng Chuán: Xiá Zhī Dà Zhě) adalah film seni bela diri dari Tiongkok yang disutradarai dan ditulis oleh Tsui Hark, dibintangi oleh Xiao Zhan dan Zhuang Dafei. Film ini mengadaptasi bab 34 hingga bab 40 dari buku 1 Legenda Pendekar Pemanah Rajawali (射鵰英雄傳) dalam seri novel Trilogi Rajawali (射鵰三部曲) karya Jin Yong (金庸). Tahun 2025 juga menandai peringatan 40 tahun meninggalnya Barbara Yung (Wong Yung Forever) dari Legend of the Condor Heroes 1983.
Film ini bercerita tentang seorang pahlawan bernama Guo Jing, yang berjuang untuk negara dan rakyat, mengumpulkan kekuatan seni bela diri Dataran Tengah untuk melawan tentara Mongolia dan mempertahankan Xiangyang.
Film ini dirilis di daratan Tiongkok pada tanggal 29 Januari 2025 (hari pertama Tahun Baru Imlek) . Di Indonesia, film ini mulai ditayangkan pada 26 Februari 2025. Pada tanggal 28 Februari 2025, total box office global film ini mencapai $93,361 juta, menjadi juara box office film seni bela diri dalam sejarah film daratan Tiongkok.
Sinopsis
Di bawah kepemimpinan Jenghis Khan, tentara Mongolia bergerak ke barat untuk menghancurkan Dinasti Jin, dan ingin pergi ke selatan untuk menghancurkan Dinasti Song. Para master dari berbagai sekolah seni bela diri di Dataran Tengah bertempur di antara mereka. Guo Jing (diperankan oleh Xiao Zhan) yang meninggalkan kampung halamannya di masa kecil dan perlahan-lahan menjadi pendekar yang memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan dan nasib. Meskipun dihormati dan dipuji oleh para ahli, serta mewarisi ilmu bela diri legendaris "Kitab Sembilan Matahari" dan "18 Tapak Penakluk Naga", Guo Jing justru menjadi target iri hati banyak pihak. Dengan hati yang tulus, ia dan Huang Rong berjuang melawan berbagai rintangan dan melindungi perbatasan Dinasti Song Selatan dari serangan musuh. Dengan semangat tak kenal takut, ia menciptakan legenda di dunia persilatan.
.jpg)
.jpg)